Hantu atau Halusinasi?

Tengah malam itu, terdengar suara memanggil nama saya. Suara itu cukup jelas bersumber dari ruangan sebelah. Saya melangkah kesana. Dan setelah diperiksa, ternyata, tak ada siapa-siapa. Kepada seorang kawan saya menceritakan kejadian itu. Ia bilang rumah itu memang angker, bekas orang yang pernah meninggal tiba-tiba di sana. Ia terus bercerita tentang kemungkinan ada sebab mistik. … Continue reading Hantu atau Halusinasi?

Advertisements

Yang Terlupakan Dari Kisah Ibrahim

  Konon, dulu sekali, Ibrahim bermimpi diperintah Tuhan untuk menyembelih Ismail, anaknya. Di saat Ibrahim hendak melakukan proses sembelih, Tuhan --dengan cara-Nya sendiri --mengganti Ismail dengan seekor domba. Dari kisah itu lahir apa yang saat ini kita rayakan: Idul Adha. Barangkali tantangan Ibrahim waktu itu bukan ketika dia menyiapkan pisau untuk mengorbankan anaknya. Tetapi bagaimana … Continue reading Yang Terlupakan Dari Kisah Ibrahim

Sebuah Fase, Ketika Hidup Tak Serumit Filsafat

Hidup itu tidak serumit apa yang saya baca di buku-buku filsafat, atau yang didiskusikan di forum-forum kajian. Hidup itu sederhana: saya mendapat pekerjaan yang mapan, menikahi perempuan, menjalani hari-hari yang biasa. Tidak ada yang istimewa. Walaupun ada masalah, tentu saja, tidak sedahsyat persoalan-persoalan Plato, Aristoteles, Nietszche, Heidegger, Derrida, Avicena, Mulla Sadra, dan filsuf lainnya; masalahnya … Continue reading Sebuah Fase, Ketika Hidup Tak Serumit Filsafat

Gaya Menunda Prasangka

Suatu hari, seorang Professor mendatangi Kiayi yang tinggal di pelosok kampung untuk mengajukan beberapa pertanyaan tentang Islam. Kiayi itu cukup dikenal dan banyak pengikutnya, sehingga banyak orang yang ingin belajar padanya. Setibanya di lokasi, Professor dipersilahkan untuk bertemu Kiayi. Setelah bertemu, mereka duduk berhadapan. Sang Kiayi menyediakan dua cangkir teh. Cangkir untuk Kiayi diisi teh … Continue reading Gaya Menunda Prasangka

Dicari: Akar Kebahagiaan

Suatu hari, seorang guru menugaskan semua siswa di kelasnya untuk mencatat cita-cita mereka di atas kertas.  Hampir semua menulis dokter, astronot, pengusaha, polisi, guru, artis, pengacara dan lain-lain. Kecuali ada satu siswa, dia menulis kata "bahagia". Karena heran dengan jawaban dari siswa itu, guru bertanya padanya, "Nak, kamu salah memahami tugas." Anak itu menjawab, "Bu, … Continue reading Dicari: Akar Kebahagiaan

Still Have a Choice

Apa pun yang terjadi, kita selalu punya pilihan. Bahkan ketika ada orang yang menghina, kita memilih: apakah kita akan tersinggung, atau membalas menghina, atau kita akan membiarkannya pergi.. Di saat kita sedang di tengah perjalanan, kita bebas memilih untuk melanjutkan perjalanan walaupun kaki terasa lelah dan tak berdaya, atau kita memutuskan untuk berhenti. Juga di … Continue reading Still Have a Choice

Kata-kata

“Dunia kini sudah kelebihan kata-kata,”kata Sukab kepada kekasihnya dalam Sepotong Senja, sebuah cerita pendek yang ditulis oleh Seno Gumira. Ketika saya coba membaca seluruh ceritanya, tiba-tiba terhenti sesaat, merasa kalimat ini cukup penting untuk ditemukan mata airnya. Sepintas, Seno ingin pembacanya tahu bahwa jumlah kata-kata di dunia ini sudah cukup. Tak perlu ditambah atau dikurangi. Tentang berapa … Continue reading Kata-kata