Muasal Budaya

Konon, budaya berasal dari kata “budi” dan “daya”. Budi adalah perpaduan dua epistem manusia: akal dan moral. Daya adalah kemampuan mengaktual sesuatu.

Melarang berbudaya berarti menyuruh orang agar berhenti menggunakan akalnya, moralnya, serta kemampuan aktualisasi diri.

Salah satu dari budaya itu “wayang”. Pada tanggal 7 November 2003, UNESCO menetapkan wayang sebagai warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity). Bangsa Indonesia patut berbangga saat itu, bahwa ada produk dari kekuatan akal, moral dan prilaku bangsa yang diakui dunia.

Sayangnya, rasa bangga itu tidak lantas membuat sebagian bangsa Indonesia merasa wajib melestarikan, merawat, mengembangkan, atau mempromosikan. Justru malah sebaliknya, beberapa hari yang lalu muncul sejumlah sepanduk yang melarang adanya pagelaran wayang. Celakanya, yang membuat sepanduk tersebut berasal dari sebagian saudara kita yang sebelumnya dibanggakan dunia.

Bagi sebagian kecil saudara kita, evolusi manusia berjalan mundur. Kembali ke masa dimana rasionalitas harus dihentikan, dan kembali ke pangkuan mitos pemurnian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s