Bertemu Kawan Lama

Siang ini aku mengunjungi seorang kawan. Kawan yang menurutku sangat cerdas, banyak baca buku dan lihai menuangkan pikirannya dalam tulisan. Aku tak pernah meragukan idealismenya, dahulu ia pernah menolak tawaran dari salah satu parpol besar. Padaku ia pernah bercerita bagaimana utusan dari parpol itu merayu-rayu dengan materi luar biasa.

Dan siang ini aku menjumpainya sedang berjualan pop es, yang didagangkan di atas gerobak kecil. Aku lihat wajahnya begitu ringan, memancarkan pesan bahwa hidup memang semudah itu. Ketika aku menyapanya, ia terlihat begitu sumringah, memelukku seperti dua kekasih yang lama tak jumpa. Delapan tahun adalah waktu yang cukup lama untuk menumbuhkan kerinduan hingga akhirnya bertemu hari ini.

Kami duduk di tepi gerobak dagangannya. Sambil menunggu pembeli, kami bicara banyak hal, termasuk cerita tentang hubungannya dengan wanita berjilbab anak seorang Kiayi di kota kembang. Aku melihat senyumnya sementara terhenti di saat ia bilang, bahwa cinta adalah satu hal, dan pernikahan adalah hal lain. Aku tak mau bertanya lebih lanjut, aku tahu maksudnya apa.

Sesaat kemudian senyumnya kembali terlihat setelah ia mulai bercerita tentang aktivitasnya setelah shalat magrib. Ia mengajar mengaji anak-anak kecil di sekitar kosannya. Ia terlihat sangat menyenangi kegiatan itu, walau tanpa gaji atau keuntungan material lainnya. Dia bilang,”Aku tahu setelah anak-anak itu besar, mereka akan sedikit punya waktu belajar ngaji.”

Banyak hal lain yang diceritakan, termasuk buku yang sedang ia baca baru-baru ini. Aku sempat terkejut ketika ia mengaku sedang menikmati sebuah buku yang dibelinya di toko loak: buku tentang “catatan bawah tanah”. Aku kira buku itu sudah hilang di peredaran, tapi ia beruntung bisa mendapatkannya.

Setelah tiga jam kami berbincang, aku harus pulang. Dan ia berpesan agar aku jaga kesehatan. Ia bilang yang terpenting saat ini adalah kita sama-sama masih hidup, hingga masih punya waktu memperbaiki hubungan dengan Tuhan dan hubungan dengan sesama manusia. Aku akan mengingatnya. Terima kasih, kawan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s