Tuhan, Murkakah Engkau

Tuhan, ini malam semakin larut, bolehkah aku menjenguk-Mu setelah hari-hari yang kujalani melupakanku pada-Mu? Tetapi Tuhan, bagimana aku mampu menjenguk-Mu sedang aku masih belum mampu menjenguk diriku sendiri, diriku yang hilang ditelan mimpi ingin menjadi orang lain?

Tuhan, murkakah Engkau padaku ketika Engkau selalu menjadi yang terakhir kutemui setelah aku merasa tak berdaya menghadapi semuanya seorang diri, menghadapi dunia yang kau cipta agar aku tumbuh menjadi dewasa, dunia yang sejatinya tempat persimpangan dari waktu yang Engkau putar sejak pertama menciptakan semuanya?

Tuhan, murkakah Engkau padaku di saat aku belum sungguh-sungguh mengabdi padamu, hanya karena aku masih mempertanyakan semuanya, semua yang membuatku terus berjalan di atas tanda tanya , tanda tanya yang tak satu pun mengerti hingga aku merasa sepi, sepi sekali?

 

oleh: hendra januar.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s