Mengenang Binatang Jalang

Duduk di halaman. Melihat daun tersibak angin selepas hujan. Aku teringat “Derai-derai Cemara” yang Chairil tulis pada 1949.

Hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah

Terlalu dalam. Ada lapisan duka yang teramat padat. Antara lelah juga pasrah. Di tangan Chairil, seluruh makna diikat dalam satu kalimat: “hidup hanya menunda kekalahan”. Kalimat yang membentur segala bentuk kompetisi yang sia-sia, tanpa makna. Kosong.

Dalam kekosongan, Chairil menari dan berlari. Semua dibawanya ke penghujung senja. Sebuah masa penghabisan yang melawan ambisi untuk tetap berdiri meski seorang diri. Terlukis dalam “aku”, dibacakan Chairil pertama kali di Pusat Kebudayaan Jakarta tahun 1943.

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang, ‘kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

Seperti ingin ada yang mengerti. Tak kunjung seorang pun. Bait demi bait terhembus dari nafas yang berat sesak. Ada lembah suram yang tak satu pun ingin. Tetapi Chairil, melemparkan diri. Menembus batas kewajaran seorang manusia. Manusia yang terbuang dari dunia. Binatang jalang yang deritanya dirayakan di sanggar-sanggar kesenian. Luka dan duka yang ditertawakan dunia.

‘Aku’ dan ‘Derai-derai Cemara’ adalah dua kutub yang berkelahi. Tentang siapa ingin abadi dan menyerah sekaligus. Dunia tempat Chairil hidup semacam medan perang bukan dengan yang lain. Sebuah simbol pertikaian sejak Adam tercipta, antara memilih penghabisan atau pengabdian.

Dalam ‘Sia-Sia’ 1943, Chairil tertawa dan mengutuk semua:

Mampus kau dikoyak-koyak sepi!

DItulis oleh: Hendra Januar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s