Krishnamurti dan Arti “Filsafat”

unduhan (2)Jiddu Krishnamurti mengembalikan istilah “filsafat” kepada makna etimologisnya, yaitu “cinta” dan “kebijaksanaan”. Baginya, filsafat bukanlah serangkaian teori tentang kehidupan, manusia dan dunia. Filsafat bukanlah sebundel ide-ide, pendapat dan kesimpulan. Bukan pula sebuah disiplin akademis yang menyusun, mengkritik dan menafsirkan konsep-konsep. Filsafat bukan upaya spekulatif atau aktivitas intelektual untuk membangun sebuah sistem. Bukan analisa logis dari pada bahasa dan makna.

Sebaliknya, filsafat itu, menurut Krishnamurti, adalah “cinta kebenaran”. Cinta berarti persepsi seketika. Sebuah pemahaman yang melampaui kecerdasan. Kebenaran berarti kehidupan yang belum ditentukan oleh pikiran. Artinya, pikiran yang tidak terkondisikan (unconditioned). Filsafat hidup secara mandiri dan terlepas dari sistem, bentuk-bentuk, cita-cita dan keyakinan. Filsafat hidup dari waktu ke waktu dalam keadaan yang bebas dari pikiran secara total. Filsafat hidup pada saat “sekarang”. Hidup yang sejati, bagi Krishnamurti, adalah apa yang terjadi sekarang ini, di sini. Hal ini bukan apa yang dipikirkan dan dikonsepsi untuk meraih kehidupan. Filsafat, oleh karena itu, tidak terpisahkan dari apa yang sedang terjadi sekarang.

Ini adalah seni menjalani hidup secara langsung dan tidak melalui teori atau kata-kata. Hidup langsung secara holistik tanpa ada keterpisahan perasaan, konsep atau psikologis. Ini bukan latihan teoritis untuk menghindari kehidupan yang aktual, tetapi persis tentang apa artinya filsafat: cinta kebenaran–mencintai kehidupan.

Filsafat bukanlah sesuatu yang perlu orang pelajari di Universitas. “Belajar filsafat berarti belajar seni hidup dalam keseharian,”begitu tegas Krishnamurti. Dia mengklaim bahwa berfilsafat berarti memahami kebenaran yang melampaui realitas pikiran. Filsafat adalah akhir dari ilusi yang keliru tentang realitas kebenaran. Filsafat adalah kesadaran bahwa realitas tidak pernah bisa menjadi kebenaran. Filsafat adalah sebenar-benarnya orang yang berhenti dari kebodohan dan irasionalitas yang mendekati kebenaran melalui realitas. Ini merupakan upaya memahami keterbatasan realitas untuk kemudian melampauinya.

Krishnamurti mengatakan,”filsafat berarti cinta kebenaran, bukan cinta ide-ide, bukan cinta spekulasi..dan itu berarti Anda perlu mencari tahu sendiri dimana realitas yang tidak mungkin menjadi kebenaran. Anda tidak dapat menjangkau realitas untuk sampai kepada kebenaran. Anda harus memahami keterbatasan realitas yang merupakan keseluruhan proses pemikiran.”

Ditulis oleh: Hendra Januar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s