Yang Asing

Ada kenyataan di depan. Kenyataan yang luas, gelap, tanpa rumusan, di luar pertimbangan, rumit dan tak terpecahkan. Seperti ketika seseorang berada di pusaran gurun di tengah malam, yang tanpa bulan dan peta, gerah dan berkeringat. Tetapi juga bukan kenyataan esok atau lusa yang menampilkan upaya mempertahankan hidup. Lebih dari itu, adalah kecemasan dalam bentuknya yang  tak terjangkau untuk memasuki apa yang benar-benar tidak tahu, dan bagaimana memasukinya untuk menghasilkan kesiapan menghadapi penghabisan.Aku menjadi orang asing yang dipaksa menyebut segala yang belum dikenali. Kenapa begini, dan kenapa begitu. Bahkan dituntut untuk menyelami apa yang nampak sudah jelas: bahwa aku Ada, dan Adaku menjadi gerbang untuk siklus yang lebih rumit dari sekedar Labirin. Kenyataan itu seperti mengatakan:”Lepaskan bajumu, bertelanjanglah, kami tidak suka melihatmu terbungkus!”

O, bagaimana segala dipahami dan dirasuki oleh jiwa yang menemui batasnya? Kepayahan adalah kondratku, bahkan jika harus menjadi gila.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s