Sekedar Mimpi

15 November 2014

Terkadang, aku ingin duduk di sebuah taman yang tak seorang pun pernah mengunjunginya. Taman yang indah, lengkap dengan rumput-rumput Gulma yang merayapi pepohonan dan daun Bugenvil yang basah dikelilingi kupu-kupu yang tergambar kelopak mata pada setiap sayapnya.

Dan aku disana, berada diantara mereka, duduk diatas sisa dedaunan yang gugur sebelum musim penghujan tiba. Ketika gerimis turun perlahan, aku tersenyum pada kawanan burung pipit yang mengibas-ngibaskan bulunya dalam gerimis.

Rasanya, sangat menyenangkan.
Tetapi, apa yang indah dari mimpi jika tetap sebagai mimpi?

Aku seperti tengah asyik masyuk bermain dalam mimpi, tersenyum sendiri, sementara kedua mata tertutup rapat. Setelah mata ini kubuka perlahan, nampak pemandangan yang nyata: gedung-gedung menjulang memantulkan cahaya matahari, suara bising kendaraan dan deru motor yang tak lelah mengejar waktu, dan lalu lalang manusia yang berlomba mendapatkan sesuatu yang tak pernah kupahami.

Antara jarum jam di atas dinding dan gerimis kecil bercampur debu jalanan, antara yang harus dibayangkan dan kenyataan, aku dipaksa terus menafsirkan segalanya. Tetapi dan selalu, aku menafsirkan wajah-wajah manusia seperti awan yang menjadi merah ketika senja, penuh emosi dan tergesa-gesa.

Aku juga mungkin mereka, menjadi asing satu dengan lainnya—bahkan semakin asing dengan diri sendiri. Memanglah aku semakin asing di hadapan cermin. Aku terpaksa masuk dalam sebuah generasi yang gagap, ketika dihampiri sejumlah tanya: siapa aku, dari mana aku dan mau kemana aku?

Sekarang aku telah datang, dari tempat yang tak pernah kuingat dan berjalan entah kemana. Tetapi aku sedang berjalan, tak peduli ujung dari perjalanan ini. Aku sekarang di dalam hutan, hidup tanpa peta sebagaimana angin yang selalu beranjak ketika udara memanas di atas tanah. Kalau pada suatu hari nanti ada suara yang mengajakku kembali, tak tahu apa aku masih sempat mendengarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s