Catatan Harianku Tahun 2010

By Hendra Januar

“Aku, bertanya, apakah masih ada kasih sayangdalam hunusan pedang yang siap memanggang takdirku ? terdampar dan berdarah-darah, menggeliat, berguling-guling di atas bumi adam diciptakan. Dimanakah Tuhan yang selalu ku sembah siang dan malam, tidakkah Dia menyaksikan carut-marut kehidupan ini ? selalu dan selalu Kau .membiarkan aku memberontak terhadap kekuasaan-Mu.”

(senin, 17 Oktober 2010; 03.15)

 

“Dalam cuaca senja dan kelam, Aku mendengar para pejabat bicara kelezatan hidup. Paha gadis yang mekar cempaka, terhidang di atas meja perundingan. Bagaimana ini ?

(Senin, 17 Oktober ’10; 02.35)

 

“Jika kamu dan mereka BENAR, maka aku SALAH. Jika aku BENAR, maka kamu dan merakalah yang SALAH. Jika kita semua BENAR, maka siapakah yang harus dihukum karena berbuat kesalahan? dan Jika kita semua SALAH, siapakah yang berhak menghukum kita semua ?”

( Sabtu, 15 Oktober’10 ; 21.23)

 

“Tuhan, aku menghadap padamu bukan hanya di saat-saat aku cinta padamu, tapi juga di saat-saat aku tak cinta dan tidak mengerti tentang dirimu, di saat-saat aku seolah-olah mau memberontak terhadap kekuasaanmu. Dengan demikian Rabbi, aku berharap cintaku padamu akan pulih kembali…”

(Sabtu, 13 Oktober’10; 21.40)

 

“Berpikirlah secara bebas, meskipun hasilnya salah, masih jauh lebih baik daripada orang-orang yang tidak pernah salah karena tidak pernah berpikir !”

(Jum’at, 8 Oktober’10 ; 23.24)

 

“Akibat dari orde para bandit lah yang membuat kita seperti ini sekarang !”

(Rabu, 13 Oktober’10 pukul 14.08)

 

“Bukalah baju dan celanamu satu persatu, jangan ada sehelai kain pun menutupi indahnya lekuk tubuhmu, hingga terlihat betapa putih dan halus kulitmu yang membungkus segumpal daging. Lalu perlihatkan kepada mereka bahwa kau MANUSIA TANPA SEKAT, karena itulah dirimu yang sebenarnya, bukan seperti mereka yang asyik menutup…i diri dengan warna-warni pakaiansebagai hijab dalam hidup dan kehidupan.”

(04 Oktober ’10 pukul 03.00)

 

“Jika tekadmu sudah bulat, kesampingkanlah LOGIKA anda, lalu lihatlah apa yang akan terjadi.”

(03 Oktober pukul 16.54)

 

Menelanjangi tubuh dari bau busuk, seberkas naluri menindas rasa, menikam, membakar, mengahabisi setiap sudut tubuh kurusku. Merana tanpa selimut tebal membungkam, sesak aliran nafas, ruh pun berteriak memaksa ingin berlepas diri. cahayaNya timbul redup redap tak menentu, aku berselisih dengan Tuhan,” Tuhan!!! apa yang… hendak Kau ambil dari tubuh kurus kerempeng sepertiku?”

(26 September Pukul 11.22)

 

“Aku, segumpal darah berbalut kesombongan, sekujur mayat berjalan di ujung hasrat, selalu menari-nari di antara dua sisi, bergelantung dan merangkak menghindari lesatan peluru dari jarak aku memandangnya. Begitu, dan selalu begitu…”

(23 September Pukul20.57)

 

“Aku, setetes air mata, meniti jarum tajam bunga rumput, meliuk melewati kaki kumbang malam, tersandung embun meringkuk kedinginan, tergelincir jatuh ke lembah amarah. Padahal, permainan hidup sebentar lagi selesai. Suara terompet yang sangat keras akan membuatmu bertanya-tanya,” Ada apa ini? ibu kemana? ayah kemana? sahabatku kemana?”

(22 September Pukul 23.50)

 

“Hendra, Siapa yg peduli ? Namanya akan lenyap seperti miliaran manusia mati, menjelma debu. Semiliar atau lima miliar tahun lagi, tak seorang mengingat aku telah hadir disini. Aku menatap langit biru berbintang,”Siapa yg berkuasa atas darah, kematian dan penderitaan?”. Batinku berbicara, nikmati saja, Tuan !!. Tanpa ampun, tak ada ampun.”

(22 September Pukul 15.41)

 

“Matahari tak kunjung memberi kepastian aktivitasnya di hari ini. Awan yang hitam merobek kehangatan mentari. Namun burung-burung masih saja bersenandung ria mengelilingi kota Purwakarta. Disudut kota, terlihat raut wajah penuh protes seorang pedagang es campur, hatinya berteriak ;” Ya Tuhan..kenapa Kau biarkan awan menutup panasnya Matahari?”

(22 September Pukul 14.26)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s