Brosur Mendesak

Aku melihat kedalaman cinta menapaki syair-syair para penguasa,
yang mengeja taman dan rembulan,
menyusun kata demi kata hingga terlihat dusta,
dusta karena berjuta jiwa mati terpanggang nyanyian sandiwara…

Dan disana ku melihat plat merah plat merah berhenti di depan istana,
lalu berdiskusi tentang kelezatan paha seorang gadis.
Aku bertanya,
siapa yang berkuasa atas anak-anak yang tersendat di dalam got penuh lumpur dan bau menyengat?
lumpur kebosanan mewarnai baju satu-satunya,
dan baunya terseret angin kencang, hilang…..
hanya nampak ribuan manusia berenang di air yang keruh

Sudah saatnya kita berhenti bersenandung ria bersama rayap-rayap masa silam,
hapus sejarah romantis yang berdongeng tentang kepalsuan…
Ambillah tintamu !
lalu kita ukir sejarah baru,
sejarah yang akan membuat tubuh terperanjat,
karena kita sudah bosan tertidur di atas janji-janji berdasi

Inilah sebuah brosur mendesak,
desakannya akan meninju ratusan aib kehidupan yang semakin congkak,
hingga kita lihat matanya terbelalak,
melihat kutu-kutu jalanan menghisap darah mereka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s