Kapan Saat Kita Benar-benar Kesepian?

  Kesepian bukan hanya karena tak punya kekasih, ditinggal pergi orang yang dicintai, atau karena hidup sendiri di suatu tempat. Kesepian yang cukup menyakitkan adalah ketika tak seorang pun tertarik dengan kegelisahan kita. Tak satu pun mereka memahami apa yang kita khawatirkan. Kita kemudian merasa sendiri walaupun berada di tengah kerumunan. Kita seperti hidup tak … Continue reading Kapan Saat Kita Benar-benar Kesepian?

Advertisements

Benarkah Kita Sudah Menjadi Muslim? 

Syarat menjadi Muslim, salah satunya, bersyahadat. Asyhadu an lā ilāha illa Allāh, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullāh. Kita bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan kita bersaksi bahwa Muhammad adalah utusa-Nya.  Bagi kita yang terlahir dari keluarga Muslim, tak ada upacara dimana kita secara "syah" menjadi Muslim. Berbeda dengan muallaf yang mengucapkan dua kalimat syahadat … Continue reading Benarkah Kita Sudah Menjadi Muslim? 

Tentang Kedatangan dan Kepergian

Setiap yang datang, pastilah ia akan pergi. Daun-daun yang semula datang sebagai pucuk, pada waktunya mereka akan mengering dan gugur. Buah-buahan yang menggantung di pohon, ada masanya mereka dipetik atau membusuk dan jatuh ke tanah, menjadi santapan cacing atau hewan lainnya yang juga kelak tiada. Memanglah kedatangan itu selalu disusul kepergian. Orang-orang yang semula tidak … Continue reading Tentang Kedatangan dan Kepergian

Kita Memang Rumput, Bahkan Lebih Rapuh Dari Itu

Kini kita hidup di jaman hoax. Kita sulit membedakan mana informasi yang benar, dan mana yang keliru. Padahal setiap hari, dari bangun tidur sampai tidur kembali, kita dibombardir informasi dari segala arah: sosial media, televisi, koran, atau kabar yang datang dari orang secara langsung. Karena kita tidak lagi punya standar untuk menetapkan (menjustifikasi) suatu informasi, … Continue reading Kita Memang Rumput, Bahkan Lebih Rapuh Dari Itu

Untukmu, Kalau Setuju Dengan Sartre, Maka..

...pertama-tama, mari kita katakan: "Enyahlah kau Immanuel Kant!" Kenapa pemikiran Kant begitu rumit? Sebuah dunia yang tidak kita tahu atau dunia yang kita tahu? Kok bisa dia bicara soal dua dunia sementara tidak tahu salah satunya? Bagaimana kalau dunia ternyata sekadar apa yang nampak saja? Kenapa kemudian jadi rumit? Jangan pikir saya tidak paham soal … Continue reading Untukmu, Kalau Setuju Dengan Sartre, Maka..

Hantu atau Halusinasi?

Tengah malam itu, terdengar suara memanggil nama saya. Suara itu cukup jelas bersumber dari ruangan sebelah. Saya melangkah kesana. Dan setelah diperiksa, ternyata, tak ada siapa-siapa. Kepada seorang kawan saya menceritakan kejadian itu. Ia bilang rumah itu memang angker, bekas orang yang pernah meninggal tiba-tiba di sana. Ia terus bercerita tentang kemungkinan ada sebab mistik. … Continue reading Hantu atau Halusinasi?

Yang Terlupakan Dari Kisah Ibrahim

  Konon, dulu sekali, Ibrahim bermimpi diperintah Tuhan untuk menyembelih Ismail, anaknya. Di saat Ibrahim hendak melakukan proses sembelih, Tuhan --dengan cara-Nya sendiri --mengganti Ismail dengan seekor domba. Dari kisah itu lahir apa yang saat ini kita rayakan: Idul Adha. Barangkali tantangan Ibrahim waktu itu bukan ketika dia menyiapkan pisau untuk mengorbankan anaknya. Tetapi bagaimana … Continue reading Yang Terlupakan Dari Kisah Ibrahim